Tentang Naga Mitos Atau Fakta

Klop Info – Fakta dan Mitos. Tentang Naga Mitos atau Fakta ?. Kisah tentang Naga telah ada di Dunia sejak berabad-abad silam. Dalam mitos budaya Barat Naga digambarkan sebagai mahluk Mitologi raksasa yang memiliki dua tangan dan kaki serta memiliki sayap serta mampu mengeluarkan api. Istilah Naga berasal dari bahasa Sansekerta atau India kuno yang berarti ” Ular “. Pertanyaan yang biasanya sering muncul di benak kita adalah apakah Naga itu benar-benar ada ?.

Tentang Naga mitos atau fakta ?. Berbicara tentang Naga mungkin yang Negara atau masyarakat yang identik dengan seekor naga adalah negara China. Kisah tentang legenda seekor Naga memang terasa begitu erat dengan masyarakat China. Masyarakat china percaya bahwa Naga itu hidup di samudra diperkirakan sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Naga menjadi sebuah legenda dalam cerita cerita kuno China dan dianggap sebagai dewa dan dinggap sebagai mahluk yang istimewa dan naga adalah simbol kekuatan, mereka rakyat China percaya jika Naga memiliki sifat yang baik kepada manusia selama manusia menghormatinya.

Dalam tradisi Cina juga terdapat makhluk bernama ” Liong ” atau Lung yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan istilah ” Naga “. Makhluk ini digambarkan sebagai ular berukuran raksasa, lengkap dengan tanduk, sungut, dan cakar, sehingga berbeda dengan naga versi India.

Jika kita lihat dari sejarah bangsa Hindu seperti yang tertulis dalam kisah Mahabaratha disebutka bahwa para Naga merupakan keturunan dari Resi Kasyapa dari perkawinannya dengan Dewi Kadru. Nama yang terkenal diantara mereka adalah Sesa, Taksaka, Basuki, Karkotaka, Korawya, dan Dritarastra.

Bangsa Naga jumlahnya ribuan, kaum naga yang berwujud burung dan disebut sebagai bangsa Kaga yaitu Aruna dan Garuda, yang merupakan putra dari Dewi Winata yang juga dinikahi Resi Kasyapa.

Dengan demikian, hubungan antara Naga dengan Kaga selain sebagai sepupu juga sebagai saudara tiri. Meskipun demikian hubungan mereka kurang baik dan sering terlibat perselisihan.
Di antara para Naga ada pula yang menjadi Dewa, yaitu Dewa Sesa yang tertua di antara putra Kadru. Ia memisahkan diri dari adik-adiknya dan hidup bertapa menyucikan diri yang akhirnya diangkat sebagai dewa para ular yang bergelar Ananta.

Dari sekian versi tentang Naga ternyata di Indonesia kita juga memiliki cerita lain tentang Naga yang berasal dari suku Dayak Kalimantan.

Menurut cerita dari budaya Kalimantan, Semesta memiliki dua alam yaitu alam bawah dan alam atas atau istilahnya adalah perwujudan dari ” Dwitunggal Semesta “. Alam atas bersifat Panas dana Alam bawah bersifat dingin, dan kita manusia hidup diantara kedua alam tersebut. Alam atas yang dikuasai oleh Mahatala atau Pohotara, dengan simbol burung yaitu ” Enggang ” , sedangkan alam bawah dikuasai oleh Jata atau Juata dengan simbol Reptil yaitu ” Naga “.

Dalam budaya Banjar, alam bawah merupakan milik Puteri Junjung Buih sedangkan alam atas milik Pangeran Suryanata. Setelah berkembangnya agama Islam, maka oleh suku Banjar alam atas dianggap dikuasai oleh Nabi Daud, sedangkan alam bawah dikuasai oleh Nabi Khidir. itulah mengapa dalam arsitektur rumah Banjar kita melihat adanya corak atau hiasan makhluk naga dan burung enggang diwujudkan dalam bentuk ukiran, tetapi sebagai budaya yang tumbuh di bawah pengaruh agama Islam yang tidak memperkenankan membuat ukiran makhluk bernyawa, maka bentuk-bentuk makhluk bernyawa tersebut disamarkan atau didistilir dalam bentuk ukiran tumbuhan.

Walaupun keberadaan Naga seperti kisah diatas terasa berbeda itu menjadi sebuah kebudayaan bagi setiap masyarakat dan tentunya mereka memiliki cerita atau kisah yang melegenda dan terlepas dari berbagai versi cerita diatas keberadaan tentang Naga Mitos atau Fakta kita tak dapat menyimpulkannya secara pastikarena tentang naga itu masih menjadi perbedaan sampai sekarang baik itu oleh para peneliti ataupun para Arkeolog Modern sekarang.

Tentang Naga Mitos Atau Fakta | klops | 4.5

Leave a Reply